Laporan

Laporan Keberlanjutan

 

FajarPaper bertujuan untuk meminimalkan dampak operasinya terhadap lingkungan dan masyarakat. Kebutuhan bahan baku kami adalah serat dari daur ulang, sehingga menjaga kelestarian hutan alam dan mendukung keberlanjutan operasi kami. Pabrik FajarPaper menggunakan kertas bekas yang diperoleh setiap hari dari kolektor kertas di daerah sekitar, kertas daur ulang dari pelanggan, dan kertas bekas impor.

Pendekatan manufaktur FajarPaper dirancang untuk berkelanjutan. Instalasi pembangkit listrik kami menghasilkan energi yang efisien dan berbiaya rendah, sekaligus memaksimalkan konsep daur ulang, seperti, mengubah limbah panas yang berlebih dari proses pembangkit listrik menjadi uap, yang penting untuk mengeringkan kertas kemasan kami. Untuk mendukung keberlanjutannya, FajarPaper juga memanfaatkan insinerator, sistem pengolahan air, dan mesin pelet plastik untuk memaksimalkan sumber daya yang digunakan dalam proses pembuatan kertas kami.

Praktik bisnis Fajar Paper dirancang agar etis dan bertanggung jawab kepada lingkungan: mencapai pertumbuhan jangka panjang dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan populasi konsumen yang terus bertambah, tanpa mengorbankan sumber daya di masa depan.

FajarPaper berhasil memperoleh standar yang diakui secara internasional dalam hal manajemen, lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang standar tersertifikasi kami, silakan lihat pada bagian “Sertifikasi” di dalam kolom Tentang Kami.

 

PERNYATAAN KEBIJAKAN FOREST STEWARDSHIP COUNCIL (FSC) –  CHAIN OF CUSTODY (COC)

FajarPaper berkomitmen penuh kepada pelanggannya, dengan memasok kertas kemasan dengan standar kualitas yang setara, atau bahkan melebihi, ekspektasi mereka, guna memastikan hubungan timbal balik yang berkelanjutan, sekaligus memenuhi persyaratan COC.
Komitmen ini merupakan bagian dalam nilai moral perusahaan kami : 
  1. Menyediakan produk bersertifikasi FSC yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan berdasarkan sistem COC, dan juga meninjau pelaksanaan sistem COC supaya dapat terus menerus meningkatkan sistem tersebut.
  2. Menjaga dan memelihara lingkungan, serta peduli terhadap konservasi sumber daya alam melalui implementasi system COC yang konsisten.
  3. Memastikan sumber bahan baku yang tidak bersertifikasi COC tidak terlibat, secara langsung maupun tidak langsung, dalam kegiatan-kegiatan berikut :
  • Penebangan ilegal atau perdagangan kayu atau hasil hutan ilegal
  • Pelanggaran terhadap tradisi dan hak asasi manusia dalam kegiatan kehutanan
  • Penghancuran terhadap nilai konservasi yang dijenjang tinggi akibat kegiatan kehutanan
  • Perubahan lahan hutan secara signifikan menjadi perkebunan atau penggunaan non hutan
  • Penggunaan organisme yang diciptakan melalui rekayasa genetik dalam kegiatan kehutanan
  • Pelanggaran terhadap ILO Core Convention, yang terdapat dalam deklarasi ILO mengenai prinsip dasar dan hak hak dalam bekerja, 1998